Selasa, 15 September 2009

cara mudah membuat atasan senang


Kenali dulu kemampuan dimana letak kekuatan yang berguna bagi perusahaan, buat daftar prestasi dan keterampilan, Fokus dalam pekerjaan, Bersikap positif dan percaya diri, Yang jelas ga banyak komentar

5 Tipe yang disukai atasan

Banyak karyawan yang merasa sudah bekerja maksimal, tapi saat dipanggil untuk promosi, nama mereka tidak tertera. Saat penyesuaian gaji kepada karyawan, bukan mereka juga yang dipanggil. Lalu dimana sebenarnya kesalahan karyawan ini? Atau mengapa ‘masalah’ ini menimpa Anda? Hal-hal seperti di atas dapat terjadi karena bisa jadi Anda belum melakukan ’semuanya’ yang dituntut secara tidak tertulis oleh atasan kepada bawahannya. Untuk ‘memperluas’ wawasan Anda mengenai bagaimana sebenarnya tipe karyawan yang disukai oleh para atasan,

Anda bisa menyimak saran berikut:

1. Karyawan dengan inisiatif tinggi

Inisiatif yang tinggi adalah faktor vital yang diperlukan dalam diri seorang individu yang telah menjadi pekerja kantoran. Selain baik untuk dirinya, lewat inisiatiflah, kontribusi karyawan akan sangat terasa, terutama dalam memperingan beban kerja si atasan. Terkadang hal-hal sepele yang tidak terpikirkan dapat sangat membantu

2. Karyawan bebas gosip

Gosip itu menyenangkan apabila dilakukan di tempat yang tepat. Tapi apabila dilakukan di kantor, jangan harap pujian bakal datang akrena Anda telah merasa ’sukses’ membawa berita baru untuk rekan sekantor. Walau kita kerap tak terasa, ternyata hal ini sering dikeluhkan oleh atasan terhadap anak buahnya yang sangat antusias mencuri waktu bergosip di tengah-tengah waktu kerja. Dari tiga orang bawahan, jika terdapat satu orang yang tak pernah ada di mejanya saat atasan membutuhkannya, dapat dipastikan karyawan ini termasuk karyawan yang bermasalah dengan atasannya. Terlebih lagi jika ternyata kebiasaan karyawan yang satu itu bertengger di meja temannya dan sibuk berkomat-kamit untuk bergosip. Selain tidak optimal produktifitasnya, lama kelamaan atasan tentu lebih tenang dan senang menugaskan bawahan yang dua lainnya

3. Karyawan yang luwes bekerja dalam team

Karyawan yang menjadi penyebab tidak dapat dipenuhinya sebuah deadline karena ia tidak bersedia berkompromi untuk satu hal demi kelancaran tugas dalam tim adalah salah satu ciri karyawan yang bermasalah. Atasan tidak akan memasukkan nama Anda dalam daftar karyawan yang berperforma baik jika ia adalah seorang yang susah diajak bekerja sama dalam tim

4. Karyawan yang bekerja secara efisien

Bawahan yang melakukan pekerjaan dengan cepat dan efisien, yang tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama untuk mengerjakan satu jenis tugas sangat disenangi oleh para atasan. Apalagi yang melibatkan saya untuk mengingatkan deadline untuk pekerjaannya sendiri. Usahakan bekerja secara sistematis dan berdasarkan skala prioritas agar target Anda terpenuhi. Jika terlalu banyak pekerjaan yang datang secara bersamaan, jangan segan menanyakan kepada atasan mana yang mesti Anda kerjakan terlebih dulu

5. Karyawan yang tanggap terhadap instruksi atasan

Banyak karyawan yang tidak cepat tanggap atau salah menginterpretasikan instruksi atasan. Pergunakan ilmu ‘mendengar’ seoptimal mungkin saat atasan mendelegasikan satu pekerjaan kepada Anda. Simpulkan instruksinya sekali lagi sebelum Anda meninggalkan ruangannya agar tidak terjadi salah interpretasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar